Monday, 2 April 2012

Definisi/Pengertian Rule Of Law Menurut Para Ahli dan Sejarah Rule of Law

Definisi/Pengertian Rule Of Law Menurut Para Ahli dan Sejarah Rule of Law >>> RULE OF LAW adalah RULE BY THE LAW. Maksudnya adalah bahwa hukum menjadi petunjuk bagi praktek kenegaraan suatu negara. Dengan kata lain, hukumlah yang tertinggi dan bukan Pemerintah.
   
    Rule of law tidaklah hanya memiliki sistem pengadilan yang sempurna di atas kertas (rule of law yang bersifat formal), akan tetapi ditentukan oleh kenyataan bahwa rakyat benar-benar dapat menikmati perlakuan yang adil, baik dari sesama warga negara maupun dari pemerintahannya. Rule of law identik dengan KEADILAN.

Prof. Sunarjati Hartono

    Mengutip pendapat yang digunakan Friedman bahwa kata “rule of law” dapat dipakai dalam arti formil (in the formal sense) dan dalam arti materiil (ideological sense). Dalam arti formil ini, maka the rule of law adalah “orgenised public power” atau kekuasaan umum yang terorganisir. Sedangkan dalam arti materil, the rule of law adalah berbicara tentang just law (hukum yang mengandung keadilan).

T. D. Weldon

    Memberikan pengertian mengenai Negara yang menganut paham the rule of law yang berarti Negara tersebut tidak hanya memiliki suatu peradilan yang sempurna diatas kertas saja, akan tetapi ada atau tidaknya the rule of law dalam suatu Negara tergantung daripada kenyataan apakah rakyatnya benar-benar dapat menikmati keadilan, dalam arti perlakuan yang adil, baik dari sesama warga negaranya, maupun dari pemerintahnya.

   Secara umum, hukum adalah kumpulan aturan - aturan yang ditetapkan negara dikenakan sanksi atau konsekuensi. Yang dominan adalah bahwa konsep “rule of law” mengatakan apa – apa tentang “justness” dari hukum itu sendiri, tetapi hanya bagaimana sistem hukum beroperasi. Negara demokrasi pada dasarnya adalah Negara hukum .

Pembedaan Rule Of Law

Berdasarkan pengertian, friedman membedakan Rule Of Law menjadi 2 yaitu:
  1. Pengertian secara formal (in the formal sense) 
  2. Pengertian secara hakiki/materil (ideological sense)

Sejarah Rule Of Law

    Aturan hukum adalah ideal kuno, dan telah dibahas oleh para filsuf Yunani Kuno seperti Plato dan Aristoteles sekitar 350 SM.

    Supremasi hukum bukan eksklusif gagasan Barat karena juga di kembangkan oleh para ahli hukum Islam sebelum abad kedua belas.

    Pada tahun 1215 M, perkembangan hukum terjadi di Inggris. Raja John menempatkan dirinya dan masa depan Inggris penguasa dan hakim setidaknya sebagian dalam penegakan hukum, dengan menandatangani Magna Carta. 
   
    Pada tahun 1776, gagasan bahwa tidak ada yang di atas hukum sangat populer saat pendirian Amerika Serikat. misalnya Thomas Paine menulis dalam pamflet Common Sense “bahwa di Amerika, hukum adalah raja”.

  Paul Woodruff mengatakan bahwa dalam masa demokrasi di zaman Yunani telah berkembang sebuah konsep tentang hukum suatu bangsa, dimana hukum digunakan untuk mengatur suatu Negara yang berdaulat, dan konsep tersebut dalam bahasa Yunani disebut dengan nomos (hukum). Hans Kelsen memberikan sebuah teori tentang hukum, bahwa hukum adalah tata aturan (order) sebagai suatu sistem aturan-aturan (rules) tentang perliaku-perilaku manusia. Dengan demikian hukum tidak menunjuk pada satu aturan tunggal (rule), tetapi seperangkat aturan (rules) yang memilki suatu kesatuan sehingga dapat dipahami sebagai suatu sistem.

Berdasarkan pertemuan  ICJ di Bangkok tahun 1965 posisi rule of law makin diperkuat dalam kehidupan bernegara.

    Nomos yang dalam sejarah Yunani kuno bertujuan untuk mengatur suatu Negara yang berdaulat pada dasarnya adalah bertujuan untuk melakukan kontrol terhadap sifat-sifat Negara yang tidak dimiliki oleh organisasi lainnya. Sifat-sifat Negara tersebut adalah:

1. Sifat memaksa
2. Sifat monopoli
3. Sifat mencakup semua (all-encompassing, all-embracing)

Selanjutnya akan saya sambung dengan Prinsip-Prinsip dari RUle of Law. Selengkapnya baca di sini.

Comments
0 Comments

0 comments :

Post a Comment

Berkomentarlah Yang Sopan ... Anda sopan, Kami Segan.